PB PAAI Jelaskan Tata Kelola Penyimpanan Kadaver, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan

Devi Pattricia,
Jurnalis
·
Sabtu 16 Desember 2023 10:34 WIB

Cara menyimpan kadaver yang baik. (Foto: Freepik.com)

KADAVER atau mayat yang diawetkan, umumnya digunakan sebagai media pembelajaran ilmu kedokteran untuk mengenal lebih dalam mengenai anatomi manusia. Bahkan dalam dunia kedokteran, kadaver menjadi guru sejati sebab dapat menjadi guru bagi para mahasiswa kedokteran.

Anggota dari Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PB PAAI), dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed., Ph.D. mengemukakan bahwa setiap mahasiswa kedokteran pasti akan membutuhkan kadaver dalam praktiknya dan tentunya memerlukan pengelolaan khusus untuk ruangan penyimpanan kadaver.

Sebab, mayat kadaver sudah diawetkan dengan menggunakan formalin, maka setiap mahasiswa maupun dokter yang ingin berkontak langsung dengan kadaver harus berhati-hati. Dokter Isabella juga menjelaskan bahwa formalin dapat berdampak buruk bagi pernafasan, maka diperlukan sirkulasi udara yang baik dalam ruangannya

“Bahan formalin itu berbahaya sehingga perputaran aliran udara itu penting. Kalau tidak di ruangan ber-AC, maka diperlukan ruang terbuka dengan jendela yang besar supaya perputaraan udara bagus,” kata dr. Isabella dalam Media Briefing PB Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia: Mengenal Etika Cadaver, Jumat 15 Desember 2023.

Lebih lanjut, dr. Nanang Wiyono, M.Kes selaku anggota lain dari PB PAAI juga menjelaskan cadaver disimpan di tempat khusus dan hanya orang tertentu yang dapat memiliki akses masuk. Bagi para dokter atau mahasiswa kedokteran biasanya melakukan penghormatan untuk kadaver yang ingin dibedah salah satunya dengan tidak diperbolehkan mengambil foto.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *